Insyaf dan sadar bahwa kehadiran POB Best Practice PNPM MP ini dibangun semata-mata guna memperbarui SOP (POB) yang telah ada dan digunakan selama ini. Dengan diberlakukanya POB ini maka sebuah sistem yang barupun diharapkan berjalan untuk menopang salah satu aktifitas penting dalam pengembangan kapasitas (CB) yaitu knowladge management. Pengelolaan best practice berdiri disisi tersebut, sekaligus menegaskan bahwa kehadiran POB ini bukan Bebanbaru bagi para pelaku. (Bagian 13)
Pengelolaan best practice hendaklah dipahami sebagai sesuatu yang tidak “membebani” bagi para pelaku, karena dengan sistem pengelolaan ini diharapkan dapat membuat pelaku lebih semangat dan termotivasi untuk menunjukkan kinerja terbaiknya agar tujuan program tercapai.
Akuntabilitas konsultan akan meningkat dimata publik apabila semakin banyak hasil-hasil yang dicapainya dapat diakses oleh publik secara terbuka. Sisi yang lain hal ini semakin mendekatkan pada harapan yaitu terwujudnya cita-cita civil society berupa efektifnya kontrol sosial terhadap konsultan dan program.
Pengelolaan best practice diharapkan menjadi salah satu tawaran bagi para pelaku untuk menemukan kembali jati diri sebagai seorang pemberdaya, yang gigih dalam mengusung segenap idealisme untuk mengangkat harkat, derajat masyarakat miskin menuju kondisi yang semakin berdaya dan berkesejahteraan.
Kehadiran POB ini hanya menyempurnakan dan mengembangkan sistem pengelolaan penulisan best practice yang telah ada sebelumnya. POB sangat terbuka terhadap saran, kritik, dan masukan untuk perbaikan dari semua pihak terkait.

Recent Comments